Sapi yang Kuat

by Didiet Chemood

Pada suatu kunjungan di sebuah peternakan yang dilakukan oleh peserta seminar keluarga harmonis, seorang Pemandu Tapos menceritakan bahwa sapi ditempat tersebut sangat sehat dan kuat-kuat.

Pemandu : “Bapak&Ibu, ini sapi dari New Zealand, sangat kuat sehari bisa 5 kali berhubungan dengan sapi betina”  Ibu-ibu sambil nyenggol Bapaknya : “Tuh ! Pak 5 kali sehari, bisa nggak…?”

Pemandu : “Bapak dan Ibu, ini sapi Australia lebih kuat lagi, sehari bisa 10 kali !”  Ibu-ibu nyenggol lagi Bapaknya : “Tuh, Pak, 10 kali ! Bayangin !!!”

Bapak-bapak semakin panas dan tanya kepada pemandu.

Bapak-bapak: “Pak … itu 10 kali dengan betinanya yang sama apa enggak ?”
Pemandu : “Ya… beda-beda dong, Pak !”
Bapak-bapak : “Tuh, Bu ! betinanya beda-beda

 

1000 Kisses

oleh Didiet Kukilo Purnomo

Saat ini jaman serba susah.  Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan.  Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo.  Sebulan berlalu, tapi Paijo masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru.  Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.  Setelah cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah.  Tapi….demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya hanya demikian:

Istriku Tercinta, Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman. Paling cinta, Kanda Paijo _-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-__-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_- _- _

Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:  Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.  Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :

1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.

2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal 10 setiap bulannya.

3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.

4. Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.

5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..

6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan.  Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.  Kanda Paijo tersayang.! . bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya dikampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.

Kanda,dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya? Paling sayang, dari Dinda seorang. (di kediaman Paijo) … Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.

Website WAJIB saat Ramadhan

Mumpung ghirah beragama sedang memuncak di awal-awal Ramadhan ini, rasanya sudah sepatutnya kita menjaga gairah itu dengan mengisi hari-hari dengan amaliah yang mendukung terpeliharanya semangat beramal. Pengennya sih hari-hari selalu on meskipun Ramadhan sudah berlalu..setuju?

Kebersamaan dalam jamaah, kelompok yang saling bertegur sapa dan saling mengingatkan dan menguatkan untuk tetap dalam jalan yang lurus adalah sebuah keharusan untuk bisa tegar menghadapi derasnya tantangan zaman. Untuk maksud tersebut saya sangat merekomendasikan web ini untuk anda kunjungi -saat ini juga!

Search Engine Qur'an

Search Engine Qur'an

Selain berbagai forum diskusi, fitur chating untuk secara live melakukan dialog dengan ikhwan dari berbagai daerah di tanah air, di web ini juga bisa anda temukan ensiklopedi, gallery foto dan -ini yang paling saya sukai- fitur searching Qur’an untuk mencari ayat-ayat dengan keyword tertentu. Canggihnya, fitur ini support dalam berbagai bahasa!

Dari web ini kita juga diarahkan ke link-link dari berbagai komunitas muslim di tanah air termasuk ke milis-milis di Yahoo dan GoogleGroup, belum lagi fitur Radio Online -meski masih jarang online… ck..ck..pokoknya buruan deh bookmark link ini. Semoga membawa berkah, amin.

Antara Keinginan dan Keperluan

Menjelang saat berbuka, kita melihat fenomena baru yang tidak akan kita dapati di luar bulan Ramadhan, berupa munculnya pasar kaget yang menyediakan aneka kue/makanan juga minuman dalam berbagai bentuk sajiannya. Orang-orang bisa berjubel dan antre…jalanan pun seketika macet untuk 1-2 jam itu. Luar biasa!

Setelah puas tunjuk sana sini, beli ini itu dan bayar segini segitu…sambil membawa tentengan ke tempat parkir, mata masih bisa tengok sana tengok sini, seolah masih ada yang dicari. Tidak jarang kita pun masih berhenti dan lagi…tunjuk sana sini!

Setiba di rumah, meja makan serasa sedang ada pesta. Perlu kiat dan trik khusus untuk bagaimana bisa mengatur dan menyajikan suguhan agar muat di meja makan yang ada. Kita pun sangat bersemangat menanti detik-detik bedug Maghrib tiba, dug dug dug… Alhamdulillah, seteguk minuman hangat atau es segar dan sepotong kurma mengawali saat berbuka.

Sesudah itu, sejenak kita bingung mau makan yang mana duluan? Ada es cendol, ada kolak pisang, ada bubur sumsum dengan cenil…., itu belum selesai. Sesudah di sela dengan shalat Maghrib kita kembali bingung saat harus memilih makanan buka utama… Subhanallah, sadarkah kita bahwa kita telah “berlebih-lebihan” dan memboroskan sesuatu yang tidak kita perlukan! Yang kita perlukan dan bisa kita makan ternyata hanya sebatas sepiring…selebihnya hanyalah keinginan nafsu serakah belaka.

Sekeping fragmen ini sebenarnya sudah cukup menggugah kesadaran kita bahwa dalam kehidupan keseharian kita -bukan hanya saat berbuka, berapa kali kita membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita perlukan, berapa kali kita membayar makanan yang ternyata tidak habis kita makan dan kita buang. Padahal di sisi lain ada kehidupan saudara-saudara yang -jangankan untuk memilih, mendapat sekedar sesuap makan membutuhkan perjuangan. Jika kita abai dengan itu, makhluk apa kita ini sebenarnya?

Website Edukasi yang WAJIB dikunjungi

Barangkali tidak banyak yang tahu bahwa Pustekkom Diknas sudah mengembangkan web edukasi yang sangat bagus -menurut saya, sejak tahun 2003. Dengan menyajikan secara lengkap materi pokok, modul-modul online dan ribuan soal-soal uji untuk anak-anak SMP, SMA dan SMK.

Bank Soal Online

Bank Soal Online

Mungkin karena kendala biaya koneksi internet yang relatif mahal di masa lalu demikian juga minimnya sarana dan prasarana pendukungnya. Namun sekarang ini booming era layanan komunikasi data sudah di depan mata kita! Hal ini ditandai dengan ramainya penyedia layanan selular berlomba menyuguhkan paket-paket internet Broadband layanan data unlimited dengan skema biaya yang sangat terjangkau -mulai Rp50000/bulan unlimited. Trend ini diikuti pula dengan ketersediaan sarana pendukung berupa modem, laptop/netbook yang semakin murah sehingga mimpi Indonesia yang terhubung dalam cyber space menjadi semakin dekat dan nyata.

Jika saat ini anda berencana atau malahan sudah menyediakan sarana internet bagi putra-putri anda untuk mendukung kegiatan belajar mereka, maka website ini menjadi prioritas pertama yang saya sarankan untuk mendapatkan jadwal kunjungan tetap. Selain itu, modul-modul yang ada juga sangat membantu tugas-tugas kawan-kawan guru untuk menyiapkan materi pembelajaran dan tentu saja soal-soal yang bermutu.

Website ini juga menyediakan forum untuk antar guru, siswa dan pemerhati pendidikan untuk berdiskusi dan saling sumbang saran bagi pengembangan pendidikan di masa depan Indonesia yang lebih baik. Jadi, pastikan putra-putri anda membookmark alamat ini dan sign up untuk bisa mendownload materi-materi yang menunjang belajar dan ikuti forum-forum diskusi yang ada. Salam sukses!

Konfrontasi dengan Malaysia?

Saya beberapa kali harus termenung saat menuliskan judul tulisan ini, saya sangat tidak ingin terjebak dalam pusaran emosional yang saat ini sedang hangat dan mengemuka di berbagai media. Bagaimana pun pilihan konfrontasi hanya akan membuat kedua negara serumpun ini sama-sama menanggung resiko yang besar dan mungkin jika sampe ini terjadi -saya berdoa mudah-mudahan para pemimpin dan segenap elemen masyarakat kedua bangsa ini bisa menahan diri, perbaikan dan rekonsiliasi setelah itu akan menjadi hal yang sulit dilakukan dan memakan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Saya memandang Indonesia dan Malaysia laksana sebuah keluarga -dalam sejarahnya bahkan Indonesia menyusupkan banyak WNI untuk mendukung etnis Melayu saat awal-awal kemerdekaan Malaysia. Artinya, hubungan “kekerabatan” kita sangat dekat! Sebagai keluarga -kerabat dekat, kita maklum jika “perselisihan” antar anggota keluarga intensitasnya bisa lebih sering -karena saban hari bertemu saban hari bersinggungan, biasa itu! Namun sayangnya jika tidak dikelola dengan baik, benturan yang mungkin terjadi bisa sangat kerasnya bahkan lebih keras dibandingkan jika benturan itu terjadi dengan orang lain -yang bukan anggota keluarga. Proses penyembuhan setelah terjadi “benturan” pun bisa memakan waktu lebih lama. Saya mencoba melihat “ketegangan” kedua bangsa dari sisi ini.

Saya mulai kesulitan ketika berusaha memahami mengapa sentimen negatif itu bisa menguat dengan begitu hebatnya akhir-akhir ini. Dalam perenungan saya berusaha untuk mengabaikan tindakan provokasi yang dilakukan oleh sementara pihak yang memperkeruh suasana panas yang ada. Saya malah curiga, jangan-jangan ada pihak-pihak ketiga yang mengambil keuntungan dan saat ini mungkin malah berharap konfrontasi akan benar-benar wujud dan menghancurkan segalanya!

Lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan, kemudian ketegangan di blok Ambalat, kasus TKW dan TKI yang terjadi berturut-turut juga ributnya kasus Manohara, dan terakhir tari pendet dan plesetan lagu Indonesia Raya, memang menjadi mesiu untuk jika tidak berhati-hati akan hanya menunggu waktu untuk diledakkan atas nama harga diri dan kehormatan. Hal ini sangat berbahaya! Saya menilai pemerintah memang nampak tidak cukup mempunyai wibawa saat meminta penjelasan atas kasus-kasus yang terjadi, dan Malaysia terkesan kurang peduli dan care atas hal itu.

Saya berpikir, protes dengan penyampaian nota diplomatik mungkin saat ini tidak lagi efektif. Membekukan hubungan diplomatik bisa jadi sebuah pilihan untuk menunjukkan kesungguhan sikap, sambil tentu tetap dilakukan loby-loby diplomatik untuk menjamin kasus-kasus pelecehan tidak terulang, terulang dan terulang lagi. Menjewer, bahkan menempeleng kadang perlu dilakukan dan masih lebih baik sebelum semua menjadi tambah runyam dan harus baku bunuh, bagaimana menurut anda?


Ajal, Janji Bersua yang Sering Terlupa

Tulisan saya kali ini tidak bermaksud untuk “nakutin”, karena memang seharusnya kita tidak takut menghadapi kematian. Sebagai sesuatu yang PASTI akan datang menghampiri, saya jarang -hampir tidak pernah, bertemu dengan kawan yang dengan penuh percaya diri berkata “saya siap jika saat ini harus dipanggil”… Umumnya, selalu merasa masih perlu banyak waktu untuk memperbaiki diri…padahal jika “panggilan” itu datang tak ada kata untuk menunda atau memajukan!

Berikut ini ada sebuah “dongeng” menarik tentang ajal, saya katakan dongeng karena sumbernya pun -diduga adalah cerita israiliyat, karangan tanpa dasar, namun ijinkan saya menceritakan dongeng ini kembali karena saya melihat ada hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini. Sekali lagi, background cerita anda abaikan saja ambil hikmahnya karena ini hanyalah sebuah dongeng belaka. Wallahu’alam

Cerita terjadi pada masa Nabi Sulaiman as, semua kita mafhum betapa Nabi Sulaiman as diberi berbagai anugerah yang tidak biasa berupa kekayaan, kekuasaan -bahkan atas dunia jin dan binatang, hingga kemampuan beliau untuk mengendalikan angin dan awan. Kesemuanya itu tentu atas ijin dan perkenan Allah.

Pada suatu hari, beliau mendapat kunjungan seorang tamu istimewa yakni malaikat Izrail -malaikat pencabut nyawa, sudah tentu hadir dalam wujud sebagai “manusia”. Setelah mengucapkan salam dan saling menanyakan kabar berita masing-masing maka layaknya sahabat, keduanya asyik dalam perbincangan. Di sela-sela perbincangan, malaikat Izrail as beberapa kali melirik kepada salah seorang punggawa Nabi Sulaiman as. Bahkan terkadang menatapnya dengan agak lama..kemudian melanjutkan perbincangan. Demikian berlalu hingga malaikat Izrail as pun pamit sambil sekali lagi melirik kepada punggawa itu.

Setelah berlalu, maka punggawa -kita sebut saja si Fulan, memberanikan diri untuk bertanya kepada Nabi Sulaiman as perihal tamunya. Dia merasa tidak enak karena bolak-balik dilirik dan diperhatikan oleh tamu tersebut, hingga ia juga bertanya-tanya apakah mungkin dia kenal? Tapi dia yakin, tamu itu bukan dari kerabat atau seseorang yang dia kenal. Jadi siapakah tamu itu? Nabi Sulaiman pun menjelaskan bahwa tamu tadi adalah malaikat Izrail as -malaikat pencabut nyawa.

Mendengar keterangan ini, bukan alang kepalang terkejutnya si Fulan. Badannya serasa lemas dan wajahnya pun pucat seperti tak lagi bertenaga! Bagaimana tidak, dia barusan di lirik-lirik oleh seseorang yang ternyata adalah Malaikatul Maut! Setelah berusaha menenangkan diri sejenak, sambil menghela nafas si Fulan pun bermohon kepada Nabi Sulaiman as untuk bisa dihantarkan ke negeri Cina saat ini juga. Singkat cerita, dengan bantuan angin Nabi Sulaiman as pun menghantarkan si Fulan ke negeri Cina.

Beberapa waktu berlalu sejak kejadian ini, hingga suatu hari malaikat Izrail berkenan untuk datang menjenguk Nabi Sulaiman as. Setelah memberi salam dan saling menanyakan kabar masing-masing, keduanya pun asyik dalam perbincangan. Di tengah perbincangan tiba-tiba Nabi Sulaiman as teringat dengan si Fulan, maka ditanyakan hal tersebut kepada malaikat Izrail as. Mengapa tempo hari melihat berulang-ulang kepada si Fulan hingga si Fulan menjadi tidak nyaman?
Malaikat Izrail as pun berkata,” aku heran melihat si Fulan ada di sisimu karena aku mendapatkan perintah dari Allah untuk mencabut nyawanya di negeri Cina… Namun sesaat setelah aku tiba di negeri Cina, subhanallah ternyata si Fulan sudah ada dihadapanku!”

Freeware untuk Latihan Berhitung TK-SD

Ini freeware asli buatan anak negeri. Tampilan freeware ini cukup atraktif dan fun sehingga sangat sesuai jika dipergunakan sebagai media berlatih berhitung untuk anak-anak, khususnya anak-anak TK hingga SD kelas 2-3. Meski demikian bobot materi berlatih yang disuguhkan sangat lebih dari memadai.

Materi berlatih meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian hingga penjumlahan dan perkalian bersusun 2 digit. Untuk versi freeware memang dibatasi hanya sampe level 3, namun bagi saya ini udah sangat ok. Bagi yang menginginkan versi lengkapnya tentu bisa langsung berkunjung ke website di www.devinekids.com

Untuk anda yang bermaksud mencoba versi freeware bisa di download di sini. Semoga bermanfaat.

KUPU-KUPU, Renungan tentang Kebahagiaan

ditulis kembali oleh Didiet Poernomo

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana. “Sedang apa kau disini anak muda?” tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “Apa yang kau risaukan..?” Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?”

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, “Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. “Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu” sang Kakek mengulang kalimatnya lagi. Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.

Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah.”

Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu. “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” Sang Kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.” “Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.” Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Moral mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya. Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh. Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita. Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.